Diary Santri Mbeling
Nama Santri: Tama “Mbeling”
Asrama: Putra 2, PPBU
Senin
07.00 – 08.30 Takhasus kitab
Bangun kesiangan lagi… buru-buru mandi sambil gosok gigi seadanya. Duduk di pojok kelas sambil menyembunyikan catatan main-main. Untung ustadz cuma nyengir, nggak dihukum push-up.
08.30 – 14.00 Pendidikan formal
Tidur siang sebentar di kelas, teman-teman nyengir liat aku ngorok pelan.
15.30 – 17.00 Pelajaran TPA/TKA
Pura-pura lupa hafalan doa, teman kecil jadi bingung. Diam-diam ngakak.
18.30 – 21.00 Tahfizh malam
Sengaja salah baca ayat terakhir, teman sebelah ketawa, ustadz menatap tajam.
Refleksi Malam
Hati kecil bilang, “Ali, kalau terus nakal, ilmu nggak nyantol di hati.” Aku cuma senyum, diaryku kan rahasia.
Selasa
07.00 – 08.30 Takhasus kitab
Mencatat diam-diam sambil menyontek teman. Eh, pensilnya patah. Aku cuma bisa ngakak pelan.
08.30 – 14.00 Pendidikan formal
Ikut lomba cepat menjawab soal tapi sengaja jawab ngawur, guru bingung.
15.30 – 17.00 TPA/TKA
Ngerjain teman kecil untuk hafalan sambil main sulap kertas, hasilnya teman bingung tapi senang.
18.30 – 21.00 Tahfizh malam
Lagi hafalan ayat, aku sengaja tarik suara tinggi, teman sebelah nyanyi pelan ikut-ikutan.
Refleksi Malam
Kadang nakal itu bikin seru, tapi hati kecil bilang jangan ganggu teman.
Rabu
07.00 – 08.30 Takhasus kitab
Ngalahin teman rebutan tempat duduk nyaman, tapi ustadz bilang, “Ali, hati-hati ego.” Aku cengar-cengir.
08.30 – 14.00 Pendidikan formal
Ngobrol diam-diam tentang strategi nakal besok, guru nggak dengar.
15.30 – 17.00 TPA/TKA
Ngelawak sama teman kecil sambil ngajarin doa, mereka ketawa tapi tetap hafal.
18.30 – 21.00 Tahfizh malam
Sengaja salah baca satu huruf, teman sebelah koreksi. Aku tersenyum, belajar sambil bercanda.
Refleksi Malam
Aku mulai sadar, nakal kalau dikontrol bisa bikin teman senang juga.
Kamis
07.00 – 08.30 Takhasus kitab
Pura-pura lupa buku di kamar, tapi ambil rahasia teman yang lupa kertas catatan.
08.30 – 14.00 Pendidikan formal
Menjadi “pembuat suasana” di kelas, teman-teman nggak bosen.
15.30 – 17.00 TPA/TKA
Membantu teman kecil hafal sambil bercanda, mereka senyum lega.
18.30 – 21.00 Tahfizh malam
Koreksi hafalan teman dengan cara lucu, ustadz tersenyum melihatnya.
Refleksi Malam
Aku belajar, nakal bisa menjadi kreatifitas kalau bermanfaat untuk teman.
Jumat
07.00 – 08.30 Takhasus kitab
Nakal sebentar dengan menukar tempat duduk, tapi cepat sadar, ustadz menasehati dengan lembut.
08.30 – 14.00 Pendidikan formal
Tertawa diam-diam lihat teman salah jawaban, tapi hati kecil bilang jangan sombong.
15.30 – 17.00 TPA/TKA
Mengajari doa sambil bermain peran, anak-anak senang dan hafal.
18.30 – 21.00 Tahfizh malam
Salah baca lagi, tapi segera diperbaiki. Aku tertawa tapi hati juga serius.
Refleksi Malam
Hati kecil makin terdengar: nakal itu boleh, tapi harus belajar tanggung jawab.
Sabtu
07.00 – 08.30 Takhasus kitab
Main sulap kecil untuk teman, tapi tetap catat materi.
08.30 – 14.00 Pendidikan formal
Ikut lomba kelompok, sengaja beri trik lucu untuk teman, guru tersenyum.
15.30 – 17.00 TPA/TKA
Teman kecil senang, aku bangga bisa membuat belajar lebih seru.
18.30 – 21.00 Tahfizh malam
Hafalan lancar, tapi tetap bercanda sedikit, teman ikut senang.
Refleksi Malam
Aku sadar, nakal bisa positif kalau bikin orang lain senang tanpa menyakiti.
Ahad
Hari libur, tapi aku tetap “mbeling”.
Main-main dengan teman, bercanda, tapi juga bantu bersih-bersih asrama.
Malamnya, duduk sendiri menulis diary ini:
“Mbeling itu seru, tapi hati harus tetap sadar. Nakal boleh, tapi jangan ganggu teman, jangan sombong, dan jangan lupa belajar. Besok aku akan tetap Mbeling… tapi lebih bijak.”
✨ Pesan Moral untuk Santri
- Nakal atau Mbeling itu wajar, tapi harus ada batas.
- Humor dan kreativitas bisa membuat belajar lebih menyenangkan.
- Hati kecil selalu mengingatkan kita untuk bertanggung jawab.
- Perpaduan nakal dan bijak bisa membuat kehidupan santri lebih hidup dan menyenangkan.
Leave a Reply