Pejalan Tengah Malam
Di bawah selimut gelap malam,
Kaki-kakiku menapak sunyi jalan berdebu.
Bintang-bintang bergantian menyapa,
Angin malam membawa bisik doa yang tak terdengar.
Aku pejalan, namun bukan mencari arah semata,
Melainkan mencari hati yang tenang,
Di antara detik yang berlari dan bayangan yang menari.
Setiap langkah adalah doa,
Setiap napas adalah harap yang tersembunyi.
Lentera di tanganku hanya bayangan,
Namun cahaya di dalam dada menuntunku lebih terang.
Aku menyapa pohon-pohon yang terjaga,
Menyapa sunyi yang penuh rahasia,
Menyapa jiwa sendiri yang terkadang tersesat.
Di tikungan jalan, aku berhenti,
Memandang rembulan menggantung di langit,
Seolah menunggu aku mengerti:
Bahwa perjalanan malam ini bukan untuk melihat dunia,
Tetapi untuk mengenal diri,
Mengikat hati hanya pada Yang Maha Kuasa,
Yang bersinar meski langit gelap gulita.
Aku berjalan lagi,
Dengan langkah ringan,
Dengan hati yang mulai tenang,
Pejalan tengah malam,
Menyusuri jalan sunyi menuju cahaya hakikat.
Leave a Reply