1. Latar Belakang
Yazid bin Mu‘awiyah adalah khalifah kedua dari dinasti Umayyah. Ia naik tahta pada tahun 60 H menggantikan ayahnya, Mu‘awiyah bin Abi Sufyan. Penobatan Yazid menuai kontroversi karena dianggap menyalahi tradisi syura (musyawarah) yang berlaku sebelumnya. Banyak sahabat besar seperti Abdullah bin Umar, Abdullah bin Zubair, dan terutama Husain bin ‘Ali, menolak baiat kepadanya.
2. Tragedi Karbala (61 H)
Penolakan Sayyidina Husain terhadap baiat Yazid berujung pada peristiwa tragis di Karbala, Irak, pada 10 Muharram 61 H. Dalam peristiwa ini:
- Husain bin ‘Ali ra bersama keluarga dan pengikutnya yang sedikit dikepung oleh pasukan besar yang setia kepada Yazid.
- Mereka ditahan dari air, didera kelaparan, dan akhirnya dibantai dengan kejam.
- Husain ra syahid, bersama sebagian besar keluarganya, termasuk bayi yang masih menyusu.
Peristiwa Karbala meninggalkan luka mendalam bagi umat Islam sepanjang sejarah.
3. Kontroversi Pandangan Ulama
- Sebagian ulama Sunni tidak menyalahkan Yazid secara langsung, karena ia dianggap tidak memerintahkan secara eksplisit pembunuhan Husain, melainkan kebijakan kejam gubernurnya, ‘Ubaidillah bin Ziyad. Namun, mereka tetap mengecam kelalaiannya.
- Sebagian besar ulama lain menilainya bertanggung jawab karena sebagai khalifah, ia berkuasa penuh. Ibn Katsir, misalnya, menyebut Yazid sebagai penguasa yang zalim.
- Ulama Syiah menempatkan Yazid sebagai simbol kezaliman terbesar dalam sejarah Islam.
4. Yazid dan Noda Sejarah Islam
Selain Karbala, Yazid juga dikaitkan dengan:
- Peristiwa Al-Harrah (63 H): pasukan Yazid menyerang Madinah, membantai penduduk, dan merampas harta.
- Penyerangan Ka‘bah (64 H): Ka‘bah dilempari manjaniq hingga rusak.
Rangkaian tragedi ini mempertegas gambaran kelam pemerintahannya.
5. Pelajaran Berharga
- Bahaya kekuasaan tanpa syura: pemaksaan baiat Yazid menunjukkan bagaimana politik dinasti bisa menimbulkan konflik berdarah.
- Kezaliman membawa bencana sejarah: meskipun Yazid berkuasa singkat (3 tahun), noda sejarahnya tetap diingat sepanjang zaman.
- Syahidnya Husain ra: menjadi simbol abadi perlawanan terhadap tirani dan ketidakadilan.
6. Penutup
Yazid bin Mu‘awiyah mungkin sudah lama wafat, tetapi peristiwa yang terjadi pada masa pemerintahannya, khususnya tragedi Karbala, menjadi noda sejarah Islam yang tak terhapuskan. Umat Islam bisa berbeda pandangan dalam menilai sosok Yazid, tetapi semua sepakat bahwa Husain bin ‘Ali adalah cucu kesayangan Nabi ﷺ yang terbunuh secara zalim, dan darah sucinya menjadi peringatan bagi generasi setelahnya untuk selalu berdiri melawan tirani.