📖 Kajian: Tauhid dalam Kehidupan Muslim

Oleh: Santri PPBU

Secara bahasa, tauhid berarti “mengesakan”. Dalam istilah syariat, tauhid adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah ﷻ adalah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah, tidak ada sekutu bagi-Nya.

Allah berfirman:

وَإِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَاحِدٌۖ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ٱلرَّحْمَـٰنُ ٱلرَّحِيمُ
“Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 163)

Para ulama membagi tauhid ke dalam tiga bentuk:

  1. Tauhid Rubūbiyyah
    Meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Pencipta, Pemilik, Pengatur alam semesta.
    👉 Contoh: yakin bahwa rezeki, hidup, mati, semua diatur Allah.
  2. Tauhid Ulūhiyyah
    Mengesakan Allah dalam ibadah; shalat, doa, zikir, hanya ditujukan kepada-Nya.
    👉 Contoh: tidak meminta kepada selain Allah dalam perkara yang hanya Allah kuasa memberi.
  3. Tauhid Asmā’ wa Ṣifāt
    Menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah sebagaimana dalam Al-Qur’an dan hadits, tanpa menolak, menyelewengkan, atau menyamakan dengan makhluk.
    👉 Contoh: meyakini Allah Maha Melihat, tetapi tidak sama dengan penglihatan manusia.
  • Fondasi iman: Tauhid adalah dasar agama Islam. Tanpa tauhid, amal tidak bernilai.
  • Sumber ketenangan: Orang bertauhid yakin bahwa hanya Allah tempat bergantung.
  • Penguat akhlak: Kesadaran tauhid menjadikan seorang muslim ikhlas, jujur, dan tidak mudah tergoda syirik.
  • Pemersatu umat: Umat Islam dipersatukan dengan kalimat tauhid lā ilāha illallāh.

Tauhid tidak berhenti pada konsep, tetapi harus terwujud dalam kehidupan:

  • Ibadah murni kepada Allah: shalat tepat waktu, doa, zikir.
  • Bekerja dengan ikhlas: mencari nafkah sebagai ibadah, bukan sekadar materi.
  • Berani menolak syirik & bid‘ah: tidak bergantung pada jimat, ramalan, atau kekuatan selain Allah.
  • Sabar dan tawakal: menerima takdir dengan ridha, tetap berusaha sebaik-baiknya.

Tauhid adalah cahaya yang membimbing hidup seorang muslim. Dengan tauhid, seorang hamba akan selamat dunia dan akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:

«مَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ»
“Barangsiapa mengucapkan ‘lā ilāha illallāh’, maka ia akan masuk surga.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Discover more from Bustanul Ulum Press

Subscribe to get the latest posts sent to your email.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *